JOGJA, bisnisjogja.id – Ayam ketawa tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Sebutannya ketawa karena ketika yang jantan berkokok mengeluarkan suara mirip orang tertawa.
Nama asli ayam tersebut, ayam Gaga. Kelebihan ayam ini pada suara kokoknya yang menyerupai orang sedang terkekeh-kekeh. Panjang, unik dan lucu, suara kokoknya.
Potensi ekonomi ayam ketawa cukup tinggi. Ayam yang suara tertawanya panjang dengan volume keras bisa mahal harganya, mencapai jutaan rupiah. Ada pula yang hanya ratusan ribu tetapi suara kokoknya biasa.
Kontes Tertawa
Banyak pihak sering menggelar kontes ayam tertawa, seperti Fakultas Peternakan UGM yang mengadakan kontes dalam rangka Lustrum ke-XI dan Dies Natalis ke-55.
”Jumlah peserta ada 150, berasal dari Jawa dan luar Jawa seperti Sulawesi dan Lampung,” ungkap Koordinator Kontes, Galuh Adi Insani.
Kontes tingkat nasional baru pertama kali berlangsung di UGM. Kontes menggandeng Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (P3AKSI). Ada lima kategori kontes yakni kategori slow, dangdut, remaja, durasi, disko dan kerajinan bunyi.
Dekan Fapet UGM, Prof Budi Guntoro menyambut baik Kontes Ayam Ketawa. Melalui peran peneliti fakultasnya, kompetisi turut memacu pelestarian ayam ketawa sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan.
Ayam Berkualitas
Koordinator Wilayah P3AKSI Jateng-DIY, Bambang Aris selaku berharap kompetisi ayam ketawa bisa menghasilkan ayam-ayam berkualitas. Yogyakarta khususnya UGM menjadi lokasi yang strategis untuk mengadakan kegiatan secara berkala.
”Yogyakarta sangat strategis. Semoga kegiatan ini bisa menghasilkan prestasi-prestasi baru sekaligus mencetak ayam berkualitas,” tandasnya.
Selama ini kontes ayam ketawa baru tingkat regional. Juri mengukur volume dan suara masing-masing ayam. Ayam yang paling bagus tentu bakal memenangi kejuaraan.





