JOGJA, bisnisjogja.id – Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan kerugian besar bagi ribuan keluarga, termasuk hilangnya tempat tinggal dan mata pencaharian.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kemampuan orang tua dalam membiayai pendidikan anak, sehingga banyak mahasiswa dari wilayah terdampak berada dalam situasi sulit.
Merespons keadaan darurat ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerapkan kebijakan keringanan biaya studi bagi mahasiswa penyintas bencana.
Rektor UMY, Prof Achmad Nurmandi menyatakan bahwa kebijakan ini sejalan dengan misi sosial, kemanusiaan, dan dakwah Muhammadiyah.
”Keringanan yang diberikan bervariasi, mulai dari pembebasan biaya kuliah satu semester hingga satu tahun, bahkan kemungkinan pembebasan penuh, bergantung pada tingkat kerusakan yang dialami keluarga mahasiswa,” papar Rektor.
Sejumlah Pertimbangan
Ia mengatakan, apabia kondisi mereka sangat parah, orang tua tidak punya penghasilan lagi, rumah hilang, atau lahan pertanian rusak, maka kita usahakan minimal satu semester gratis.
”Jika kondisi belum membaik, kita pertimbangkan lagi. Dalam kasus tertentu, kalau memang sangat berat, bisa saja hingga mereka selesai kuliah,” tambahnya.
Selain itu, UMY juga menyalurkan bantuan keseharian melalui donasi civitas academica yang dihimpun lewat Lazismu UMY. Pada momen wisuda 10 Desember 2025, dana yang terkumpul mencapai Rp 62.179.033.
Kampus uga turut menyiapkan dukungan lain, termasuk pendampingan psikososial bagi 26 mahasiswa yang terdampak langsung serta rencana pengiriman tim KKN dan dosen untuk membantu rehabilitasi di wilayah bencana.
”Sangat penting memberi dukungan mental bagi para mahasiswa agar mereka tetap tegar dan semangat melanjutkan pendidikan,” tandas Nurmandi.





