JOGJA, bisnisjogja.id – Departemen Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memperkuat sinergi dengan industri teknologi melalui kolaborasi bersama BlockDevID.
Kemitraan diwujudkan lewat gelaran Seminar dan Workshop bertajuk ”Blockchain & Web3 Development” di Kampus III Gedung St. Bonaventura.
Langkah strategis tersebut bertujuan membekali mahasiswa dan masyarakat umum dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem desentralisasi yang kini tengah menjadi tren global di sektor ekonomi digital.
Menjembatani Kesenjangan Talenta Tech
Mengusung tema ”From Zero to Builder – Empowering Local Talents in a Decentralized Future”, acara menghadirkan tiga pakar industri untuk mengupas tuntas potensi ekonomi dan teknis Web3.
Head of Community BlockDevID, Dennis memaparkan materi Blockchain 101 & Career Opportunity. Ia menyoroti besarnya peluang karier baru di sektor Web3 bagi talenta lokal.
Sementara itu, Founder DevWeb3 Jogja, Yanzero membedah alur kerja industri dalam sesi How Web3 Products Are Actually Built sedangkan Alex dari DevRel Base Indonesia emandu sesi coding workshop secara langsung, melatih peserta membangun aplikasi berbasis Web3 dari sisi teknis.
Komitmen Inklusivitas dan Inovasi
Dekan FTI UAJY, Prof Parama Kartika Dewa menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi merupakan kunci utama menciptakan SDM yang adaptif.
”Kami menekankan pentingnya sinergi agar lulusan perguruan tinggi siap menghadapi dinamika teknologi digital yang berubah sangat cepat,” tandasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Departemen Informatika UAJY, Paulus Mudjihartono PhD menilai penguasaan blockchain sebagai langkah strategis untuk memperluas cakrawala mahasiswa terhadap teknologi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kegiatan tersebut juga merangkul komunitas tuli dan dengar. Kehadiran mereka membuktikan komitmen inklusivitas dalam pengembangan teknologi, memastikan bahwa literasi digital dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Respons Positif Peserta
Peserta menyambut antusias pendekatan praktis dalam workshop. Marcella Averina, salah satu peserta, mengakui bahwa materi blockchain masih menjadi komoditas langka di kurikulum reguler.
”Acara sangat menarik karena memberikan pengalaman praktik langsung, bukan sekadar teori. Kami butuh lebih banyak kegiatan seperti ini untuk mempersiapkan diri masuk ke industri,” tutur Marcella.
Melalui inisiatif tersebut, Departemen Informatika FTI UAJY memposisikan diri sebagai pusat pengembangan literasi blockchain di Yogyakarta, sekaligus motor penggerak lahirnya talenta digital yang siap bersaing di kancah global.





